Paragraf dan Jenisnya
1.
Untuk merealisasikan hal tersebut, diperlukan sebuah kemauan politik (political will) yang diwujudkan misalnya dalam sebuah gerakan nasional semacam revolusi biru. Gerakan nasional semacam ini seperti revolusi hijau terbukti pernah sukses mengantarkan Indonesia sebagai negara swasembada pangan. Namun, revolusi biru tidak akan dan tidak mungkin mengikuti pola revolusi hijau, mengingat perbedaan-perbedaan yang mendasar.
Menurut jenis-jenis pengembangan paragraf : Paragraf argumentasi
Menurut teknik pengembangan paragraf : Umum-khusus
Menurut fungsi paragraf : Perbandingan dan pertentangan
Kalimat utama : Namun, revolusi biru tidak akan
dan tidak mungkin mengikuti pola
revolusi hijau, mengingat
perbedaan-perbedaan yang mendasar.
2.
Suasana benar-benar kacau balau. Beberapa orang melompat ke tepi dan tercebur ke kali. Beberapa perahu yang lepas tampak melaju menuju hilir. Yang lainnya menyusul, sementara teriakan menanti terdengar riuh sekali. Begitu saja keadaan terjadi. Arus deras dari kampar-kampar menyerbu dari hulu membantu sampan-sampan itu ke hilir. Sementara gemuruh kapal dari hilir makin mendekat, tetapi gemuruh dan gemertak api yang dating dari hulu lebih seru. Lengking suara orang dan tabuhan gong, menandakan tibanya petaka. Asap yang mengepul hitam legam jelas menunjukkan bahwa sedang terjadi kebakaran.
Menurut jenis-jenis pengembangan paragraf : Paragraf deskriptif
Menurut teknik pengembangan paragraf : Umum-khusus
Menurut fungsi paragraf : Akibat sebab
Kalimat utama : Asap yang mengepul hitam
legam jelas menunjukkan bahwa
sedang terjadi kebakaran.
3.
Isi suatu karangan biasanya dikelompokkan menjadi tiga yakni pendahuluan, isi dan penutup. Pendahuluan mempunyai fungsi menarik minat pembaca, mengarahkan perhatian pembaca, menjelaskan secara singkat tema dan masalah yang akan dibicarakan. Fungsi isi merupakan penghubung antara pendahuluan dan penutup. Pada isi juga dijelaskan secara terperinci hal-hal yang menjadi masalah pada pendahuluan. Fungsi penutupmemberikan kesimpulan. Penekanan hal-hal tertentu, klimaks, melengkapi, dan menyarankan pembaca mengerjakan sesuatu yang sudah dijelaskan.
Menurut jenis-jenis pengembangan paragraf : Paragraf ekspositoris
Menurut teknik pengembangan paragraf : Khusus-umum
Menurut fungsi paragraf : Klasifikasi
Kalimat utama : Isi suatu karangan biasanya
dikelompokkan menjadi tiga yakni
pendahuluan, isi dan penutup.
4.
Percabangan suatu bahasa proto menjadi dua bahasa baru atau lebih, serta tiap-tiap bahasa baru itu dapat bercabang pula dan seterusnya, dapat disamakan dengan percabangan sebatang pohon. Pada suatu waktu batang pohon tadi mengeluarkan cabang-cabang baru, tiap cabang kemudian bertunas dan bertumbuh menjadi cabang-cabang baru. Cabang-cabang yang baru ini kemudian mengeluarkan ranting-ranting yang baru, demikian seterusnya. Begitu pula percabangan pada bahasa.
Menurut jenis pengembangan paragraf : Paragraf argumentasi
Menurut teknik pengembangan paragraf : Khusus-umum
Menurut fungsi paragraf : Analogi
Kalimat utama : Percabangan suatu bahasa proto
menjadi dua bahasa baru atau lebih,
serta tiap-tiap bahasa baru itu dapat
bercabang pula dan seterusnya, dapat
disamakan dengan percabangan
sebatang pohon.
5.
Sembilan tahun sudah kini, aku dan Alice menikah. Tiga anak telah kami miliki, dua laki-laki dan seorang perempuan. Kami tinggal di pinggiran kota, dan banyak mendengarkan musik klasik dan PH-nya Frangkie Laine. Penghabisan kali kami mempertengarkan, bahwa terlalu jauh untuk mengingat-ingat. Kami sepakat hampir setiap hal. Dia adalah seorang istri yang baik dan jika boleh mengatakannya juga, aku pun seorang suami yang baik. Perkawinan kami sempurna. Kami akan bercerai bulan depan. Aku tak kuasa menahannya.
Menurut jenis-jenis pengembangan paragraf : Paragraf naratif
Menurut teknik pengembangan paragraf : Klimaks dan anti klimaks
Menurut fungsi paragraf : Perbandingan dan pertentangan
Kalimat utama : Kami akan bercerai bulan depan.
Posted on 07:00 by brightshield and filed under
bahasa indonesia,
belajar,
contoh,
jenis,
kategori,
paragraf,
studi
| 0 Comments »
Untuk merealisasikan hal tersebut, diperlukan sebuah kemauan politik (political will) yang diwujudkan misalnya dalam sebuah gerakan nasional semacam revolusi biru. Gerakan nasional semacam ini seperti revolusi hijau terbukti pernah sukses mengantarkan Indonesia sebagai negara swasembada pangan. Namun, revolusi biru tidak akan dan tidak mungkin mengikuti pola revolusi hijau, mengingat perbedaan-perbedaan yang mendasar.
Menurut jenis-jenis pengembangan paragraf : Paragraf argumentasi
Menurut teknik pengembangan paragraf : Umum-khusus
Menurut fungsi paragraf : Perbandingan dan pertentangan
Kalimat utama : Namun, revolusi biru tidak akan
dan tidak mungkin mengikuti pola
revolusi hijau, mengingat
perbedaan-perbedaan yang mendasar.
2.
Suasana benar-benar kacau balau. Beberapa orang melompat ke tepi dan tercebur ke kali. Beberapa perahu yang lepas tampak melaju menuju hilir. Yang lainnya menyusul, sementara teriakan menanti terdengar riuh sekali. Begitu saja keadaan terjadi. Arus deras dari kampar-kampar menyerbu dari hulu membantu sampan-sampan itu ke hilir. Sementara gemuruh kapal dari hilir makin mendekat, tetapi gemuruh dan gemertak api yang dating dari hulu lebih seru. Lengking suara orang dan tabuhan gong, menandakan tibanya petaka. Asap yang mengepul hitam legam jelas menunjukkan bahwa sedang terjadi kebakaran.
Menurut jenis-jenis pengembangan paragraf : Paragraf deskriptif
Menurut teknik pengembangan paragraf : Umum-khusus
Menurut fungsi paragraf : Akibat sebab
Kalimat utama : Asap yang mengepul hitam
legam jelas menunjukkan bahwa
sedang terjadi kebakaran.
3.
Isi suatu karangan biasanya dikelompokkan menjadi tiga yakni pendahuluan, isi dan penutup. Pendahuluan mempunyai fungsi menarik minat pembaca, mengarahkan perhatian pembaca, menjelaskan secara singkat tema dan masalah yang akan dibicarakan. Fungsi isi merupakan penghubung antara pendahuluan dan penutup. Pada isi juga dijelaskan secara terperinci hal-hal yang menjadi masalah pada pendahuluan. Fungsi penutupmemberikan kesimpulan. Penekanan hal-hal tertentu, klimaks, melengkapi, dan menyarankan pembaca mengerjakan sesuatu yang sudah dijelaskan.
Menurut jenis-jenis pengembangan paragraf : Paragraf ekspositoris
Menurut teknik pengembangan paragraf : Khusus-umum
Menurut fungsi paragraf : Klasifikasi
Kalimat utama : Isi suatu karangan biasanya
dikelompokkan menjadi tiga yakni
pendahuluan, isi dan penutup.
4.
Percabangan suatu bahasa proto menjadi dua bahasa baru atau lebih, serta tiap-tiap bahasa baru itu dapat bercabang pula dan seterusnya, dapat disamakan dengan percabangan sebatang pohon. Pada suatu waktu batang pohon tadi mengeluarkan cabang-cabang baru, tiap cabang kemudian bertunas dan bertumbuh menjadi cabang-cabang baru. Cabang-cabang yang baru ini kemudian mengeluarkan ranting-ranting yang baru, demikian seterusnya. Begitu pula percabangan pada bahasa.
Menurut jenis pengembangan paragraf : Paragraf argumentasi
Menurut teknik pengembangan paragraf : Khusus-umum
Menurut fungsi paragraf : Analogi
Kalimat utama : Percabangan suatu bahasa proto
menjadi dua bahasa baru atau lebih,
serta tiap-tiap bahasa baru itu dapat
bercabang pula dan seterusnya, dapat
disamakan dengan percabangan
sebatang pohon.
5.
Sembilan tahun sudah kini, aku dan Alice menikah. Tiga anak telah kami miliki, dua laki-laki dan seorang perempuan. Kami tinggal di pinggiran kota, dan banyak mendengarkan musik klasik dan PH-nya Frangkie Laine. Penghabisan kali kami mempertengarkan, bahwa terlalu jauh untuk mengingat-ingat. Kami sepakat hampir setiap hal. Dia adalah seorang istri yang baik dan jika boleh mengatakannya juga, aku pun seorang suami yang baik. Perkawinan kami sempurna. Kami akan bercerai bulan depan. Aku tak kuasa menahannya.
Menurut jenis-jenis pengembangan paragraf : Paragraf naratif
Menurut teknik pengembangan paragraf : Klimaks dan anti klimaks
Menurut fungsi paragraf : Perbandingan dan pertentangan
Kalimat utama : Kami akan bercerai bulan depan.

0 comments:
Post a Comment